Beranda > Tak Berkategori > Perkiraan Design dan Detail Biaya Gedung DPR RI Baru

Perkiraan Design dan Detail Biaya Gedung DPR RI Baru

DPR RI telah menyosialisasikan rencana pembangunan gedung DPR RI, yang menurut perkembangan terbaru, bernilai Rp 1,2 triliun. Berikut kronologi rencana pembangunan gedung yang di dalamnya terdapat fasilitas rekreatif seperti spa dan kolam renang, sebagaimana dilansir di website DPR.

1. Didasarkan atas perubahan jumlah anggota dewan yang tiap periode bertambah, serta tidak mencukupinya Gedung Nusantara I untuk dapat menampung aktivitas anggota DPR RI.

2. Saat ini tiap anggota DPR RI di Gedung Nusantara I menempati ruang seluas ± 32 m2, diisi 1 anggota, 1 sekretaris, dan 2 staf ahli. Kondisi ini dianggap tidak optimal untuk kinerja dewan.

3. Dalam rangka penataan Kompleks DPR, maka BURT menyusun TOR Grand Design Kawasan DPR RI. Pada Tahun 2008, Setjen DPR RI melakukan Lelang untuk Konsutan Review Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur Gedung Nusantara, yang menghasilkan Blok Plan Kawasan DPR/MPR RI (Oktober 2008).

4. Pada 2 Februari 2009, PT. Virama Karya (Konsultan Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur) memaparkan Blok Plan Kawasan MPR/DPR RI pada Rapat Konsultasi Pimpinan DPR dengan Pimpinan Fraksi serta Pimpinan BURT. Rapat meminta Konsep Blok Plan disempurnakan.

5. Pada 18 Mei 2009, diadakan Rapat Dengar Pendapat antara Steering Committee Penataan Ulang dengan IAI, INKINDO dan PT. Yodya Karya memutuskan untuk mengadakan lokakarya dalam rangka mendapatkan masukan-masukan mengenai Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI.

6. Pada 24-25 Juni 2009 diadakan Lokakarya Penataan Ulang Komplek MPR/DPR/DPD RI dan hasil Penyempurnaan Master Plan telah disampaikan ke BURT.

7. Dalam rangka penataan Kompleks Kantor DPR RI, maka pada tahun 2008 dilakukan lelang untuk Konsultan Perencana (PT. Yodya Karya) dan Manajemen Konstruksi (PT. Ciria Jasa), dengan hasil pekerjaan adalah konsep disain Gedung Baru dengan dasar perhitungan berdasar kebutuhan dari 540 orang anggota dewan.

8. Ruang untuk tiap anggota dewan seluas 64 m2, meliputi 1 anggota dewan, 2 staf ahli, dan 1 asisten pribadi.

9. Hasil konsep perencanaan adalah Konsep Rancangan Gedung Baru 27 lantai termasuk P dan S dan DED untuk pekerjaan pondasi.
 
10. Pada tahun 2009, dilakukan penyusunan DED Gedung Baru 27 lantai berupa Desain Upper Structure, plat, kolom, balok, dan Core untuk Lt. 1,2 dan 3.

11. Luas total bangunan tersebut (27 Lt) ± 120.000 m2.

12. Pada masa bakti Anggota Dewan periode 2009 -2014, ada keinginan penambahan jumlah staf ahli yang semula 2 menjadi 5, serta penambahan fasilitas berupa ruang rapat kecil, kamar istirahat, KM/WC, dan ruang tamu.

13. Berdasarkan kebutuhan baru tersebut, perhitungan untuk ruang masing-masing anggota menjadi 7 orang, meliputi 1 anggota dewan, 5 staf ahli, dan 1 asisten pribadi seluas ± 120 m2.

14. Perhitungan luas total bangunan berubah dari ±120.000 m2 (27 Lt) menjadi ±161.000 m2 (36 lt). Perhitungan ini tidak bertentangan dengan Master Plan yang telah disusun oleh PT. Virama Karya (KDB dan KLB masih memenuhi peraturan DKI).

PERKIRAAN BIAYA :

Jika diketahui luas total gedung dpr kira2 161.000 m2, karena dananya dari apbn maka

penyelenggaraan bangunan gedungnya mengikuti kepmen PU no.45/2007 tentang

pedoman teknis pembangunan bangunan gedung negara, oleh karena itu saya mencoba

menghitung nilainya berdasarkan kepmen 45 sbb :

1. harga satuan bangunan gedung negara (hsbgn) utk wilayah jakarta kira2 3jt/m2,

jadi dianggap per m2 nya utk tiap lantai sama, maka 3jtx161.000 = 483 m

(pekerjaan standar)

2. prosentase kerjaan non standar nya meliputi :

– alat pengkondisian udara 15% dari total nilai fisik standar (x)= 72,45 m

– elevator/escalator 10%x = 48,43 m

– tata suara 4,5%x = 21,735 m

– telepon dan pabx 4,5%x = 21,735 m

– instalasi it 8,5%x = 41,055 m

– elektrikal termasuk genset 9,5%x = 45,885 m

– sistem proteksi kebakaran 9,5%x = 45,885 m

– sistem penangkal petir khusus 3,5%x = 16,905 m

– ipal 3%x = 14,49 m

– interior termasuk furniture 20%x = 96,6 m

– pondasi dalam 9,5%x = 45,885 m

– fasilitas penyandang cacat dan kebutuhan khusus 5,5%x = 26,565 m- sarana/prasarana lingkungan 5,5%x = 26,565 m total biaya pekerjaan non standar = 524,055 m

3. jadi total nilai fisik gedung dpr itu adalah 1.007.055.000.000 (sedangkan dari sumber di atas nilai konstruksinya adalah 1.2 t, mungkin basement dan peningkatan mutu dimasukkan ?…)

4. dari nilai fisik tersebut didapat biaya perencanaan 2,32% dari total nilai fisik adalah 23.363.676.000., sedangkan biaya manajemen konstruksinya 1,89% nya adalah 19.033.339.500.

Fantastik bukan? Apa memang sudah waktunya kita punya gedung semegah itu?

Kategori:Tak Berkategori Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: